interactive
lp2es
have2
success
bamboo raft
   
Anda dapat menghubungi LP2ES secara langsung, di bawah ini:

Telemarketing 
Program 
Marketing 
Bagaimana Memulai Usaha Rumahan Saat Bekerja Full Time

Memulai usaha rumahan adalah impian setiap orang. Mereka menginginkan kebebasan dengan bekerja dari rumah. Mereka menginginkan fleksibilitas dimana bisnis yang dilakukan dari rumah memberikan waktu


Selamat Datang
Membangun Akhlak Mulia Dengan Konsep 7 B (1)

Oleh : Aa

Akhlak bisa dijadikan sebagai alat ukur kesuksesan seseorang, Sayangnya masyarakat Indonesia sering mengakui kesuksesan seseorang dari harta kekayaan, gelar, pangkat, jabatan, ke-dudukan dan popularitas serta penampilannya. Akibatnya banyak anak bangsa ini berusaha dengan segala cara untuk memperoleh hal-hal tersebut demi untuk kesuksesannya tanpa meng-indahkan syari'at agama masing-masing. Banyak orang yang bangga dan terhormat dengan gelargelar pada dirinya walaupun mungkin dengan cara membeli. Hal ini akan memberikannya sebuah kepercayaan diri untuk tampil di muka umum, pada-hal sebenarnya ia hanyalah sosok yang hidup dalam kepalsuan, sandiwara dan sama sekali tidak terhormat. Ada yang merasa bangga ketika mendapat jabatan, padahal pribadinya tidak bisa menjadi suri tauladan. Keputusannya tidak menjadikan sebuah solusi dan tidak mencerminkan kearifan, karena jabatannya digunakan untuk kepentingan pribadi, bukan untuk bangsanya. Ada yang merasa bangga dengan popularitas, karena dengan itu akan banyak di kenal orang dan dapat dimanfaat-kan untuk mendapatkan kemudahan-kemudahan. Kesemuanya itu dikarenakan niat yang jelek, bukan niat untuk membangun bangsanya.
Kini semua harus sepakat bahwa alat ukur kesuksesan bukanlah topeng dunia yang sudah disebutkan tadi. Islam memandang bahwa sesungguhnya orang yang paling mulia di sisi Allah adalah orang yang paling taqwa dan paling berhasil membaca, menggali, dan memompa potensi dirinya, sehingga bisa berkarier yang terbaik dijalan Allah. Itu akan memberikan manfaat bagi dirinya dan bagi orang lain serta martabat bagi dunianya dan membawa arti bagi akherat nanti. Itulah makna dari sebuah kesuksesan.
Orang yang sukses adalah orang yang mampu menyukseskan dirinya dan orana lain. Orang lain merasa sukses karena mendapat sesuatu yang bermanfaat dari orang yang sukses bukannya orang sukses di dunia ini, karena ia banyak harta tapi banyak pula orang lain teraniaya karena harta kekayaannya dikarena dengan cara korupsi, menindas bawahan dan segudang keburukan lainnya. Memang tidak ada orang yang menolak sukses, tapi tidak sedikit orang yang tidak tahu cara mencapai kesuksesan yang hakiki yaitu memperoleh akhlak yang mulia.
Untuk itu dicoba, untuk meraih suatu solusi dalam rangka keluar dan krisis multi dimensi yang berkepanjangan ini dengan suatu konsep yaitu 7B (Beribadah dengan benar; Bertaqwa dengan baik; Belajar tiada henti; Bekerja keras dan ikhlas; Bersahaja dalam hidup; Bantu sesama; Bersihkan hati selalu). Kalau tahapan-tahapan tersebut dilaksanakan dengan baik jangan kaget jika bangsa ini ini bisa terlepas dari krisis yang sedang melanda dan akan menjadi bangsa yang terhormat dan bermartabat.

Konsep 7B
Konsep 7B yang dimaksud adalah :
a. Beribadah Dengan Benar. Awali setiap peker-jaan dengan suatu niat yang baik yaitu hanya untuk memperoleh keridhoan Allah Ta'ala semata. Hal itu merupakan suatu ibadah dengan benar. Beribadah dengan benar akan membuat seseorang semakin tawadhu, hati rnenjadi tentram dan kehidupan akan seimbang. Hidup tanpa ibadah bagaikan bangunan tanpa fondasi. Maka segala sesuatu yang akan dilakukan hendaknya berdasarkan pada ibadah yang tujuannya untuk memperoleh keridhoan dan kasih sayang Allah SWT.
b. Bertaqwa Dengan Baik. Selaku manusia yang beragama haruslah menjalankan syariatnya dengan baik. Untuk dapat menjalankan syariat dengan baik tentu harus dibarengi dengan iman. Iman seseorang dapat dikatakan berkualitas, jika ia dapat bertaqwa dengan baik. Dengan iman dan taqwa yang baik segala perbuatannya akan senantiasa ber-dasarkan kepada syariat agama dan tidak akan merugikan mahluk ciptaan Allah yang lain.
c. Belajar Tiada Henti. Ibadah benar dan akhlak baik belumlah cukup jika tidak didukung upaya belajar dari kita. Belajar merupakan suatu kebutuhan bahkan kewajiban. Sebagaimana firman Allah SWT dalam Al-Qur'an "Aku senantiasa meningkatkan derajat beberapa tingkat bagi mereka yang berilmu". Demikian pula sabda Nabi Muhammad SAW, "Tuntutlah ilmu mulai dari buaian sampai liang lahat" dan "Tuntutlah ilmu walaupun sampai negeri Cina". Dari hari ke hari masalah, potensi konflik, dan kebutuhan kita akan terus bertambah. Bagaimana mungkin kita mampu menyikapi masalah tersebut dengan ilmu se-adanya tanpa ada peningkatan kualitas dan kuantitas?
Ciri orang yang sungguh-sungguh dalam mencapai kesuksesan adalah mau belajar tiada henti dan memperoleh ilmu baik ilmu dunia maupun ilmu akherat.
d. Bekerja Keras dengan Cerdas dan ikhlas. Kita harus menanamkan standar pada diri kita, yaitu bekerja optimal dengan pemikiran yang cerdas. Ada orang yang bekerja dengan keras tapi kurang menggunakan akalnya, akibatnya dia hanya menjadi pekerja keras saja tanpa ada kemajuan.
e. Bersahaja Dalam Hidup. Seorang pekerja keras seringkali terpuruk karena ketidakbersahajaannya dalam hidup. Dia boros, senang bermegah-megah, sehingga mudah terpedaya dan tertipu orang lain. Lain halnya jika dia bersahaja. Kemampuan keuangan kita lebih tinggi dibandingkan kebutuhan kita. Kita jadi orang yang gemar menabung, bersedekah, dan investasi untuk masa mendatang yang bermanfaat bagi diri kita maupun generasi mendatang. Inilah budaya yang harus kita ajarkan ke masyarakat kita saat ini. Budaya kita bukanlah budaya yang banyak memiliki banyak barang, tetapi budaya yang selalu memiliki nilai tambah dari segala yang kita miliki.
f. Bantu sesama. Salah satu alat ukur kesuksesan adalah dilihat dari kemampuan kita membangun diri dan orang lain, misalnya dengan membuka lapangan kerja sebanyak mungkin. Kelebihan yang kita miliki digunakan untuk memajukan sanak saudara, tetangga, teman, pembantu, dan siapa saja yang mau maju dan membutuhkan. Jika antara orang yang membantu dan orang yang dibantu memiliki kesamaan tata nilai, ibadah benar; taqwa baik, belajar tiada henti, serta kerja keras dengan cerdas dan ikhlas, maka apa yang telah dihasilkan oleh keduanya akan digunakan untuk menolong saudaranya. Dengan demikian terjadilah sebuah sinergi yang harmonis dalam kehidupan bernegara.
g. Bersihkan hati selalu. Untuk apa kita harus selalu membersihkan hati? Apa yang kita lakukan, dari B yang pertama hingga B yang keenam jika tidak diiringi dengan selalu membersihkan hati, maka dikhawatirkan akan timbul ujub atau bahkan yang lebih besar lagi yaitu takabur. Jika semuanya menjadikan kita ujub, maka sia-sialah apa yang telah dilakukan. Allah tidak akan menerima amal seseorang kecuali ada keihkhlasan didalamnya. Kita tidak perlu merasa paling bisa, berjasa, dan paling mulia karena semuanya adalah karunia Allah semata. Kita harus bersyukur diberikan jalan kesuksesan atau kemudahan bagi orang lain oleh Allah. Inilah orang yang akan sukses karena tidak ada dalam dirinya rasa ujub dan sikap takabur dengan segala prestasi yang diraihnya. Apalah ar-tinya kita mendapat banyak hal bila kita tidak mendapat ridho dari Allah karena kesombongan kita.

Jika kita laksanakan tujuh langkah dan rumus ini maka akan menjadi mantap upaya pencapaian tujuan dalam membangun bangsa ini. Bagaimana bisa keluar dari krisis jika, misal, akhlak kita kurang baik? Maukah kita membeli kebutuhan bulanan kita kepada penjual yang akhlaknya jelek? Maukah kita melihat para pemimpin kita yang buruk akhlaknya? Maukah kita mendapat pasangan hidup yang cantik tapi akhlaknya jelek? Pastinya kita tidak menginginkan semua itu. Berarti ada celah kegagalan dalam diri kita.
Bagaimana jika kita tidak suka belajar? Suatu saat nanti kita akan dihadapkan pada suatu masalah mentok, maksudnya adalah tidak memiliki jalan keluar karena ilmu kita kurang.
Bagaimana jika kita tidak suka kerja keras dengan cerdas dan ikhlas? Kita pun tahu bahwa segala sesuatu yang dilakukan tanpa kesungguhan maka hasilnya pun kurang maksimal.
Untuk itulah rumus 7B ini didesain menjadi satu kesatuan untuk meminimalisasi keterpurukan.
Kita harus sama-sama belajar menetapkan kiat ini dalam diri kita dan keluarga. Jika sedikit demi sedikit upaya yang kita lakukan telah membuahkan hasil, maka kita jangan sampai hanya jadi jago kandang saja. Kita harus berani menerapkannya diluar lingkungan keluarga kita.
Jangan takut dengan lingkungan kita jika pondasi kita sudah kuat. Sebetulnya kita tidak boleh sama sekali gentar dengan situasi diluar. Yang merusak kita itu sebetulnya bukan luar, tapi memang apa yang ada di dalam din kita. Kalau kita sudah mendesain diri dan terus melakukan penguatan diri, maka kita tidak bisa memaksa lingkungan agar sesuai dengan keinginan kita. Yang bisa kita paksa adalah menyikapi situasi di luar dengan sikap terbaik kita.
ltulah sebabnya ada B yang pertama. Kalau ibadah kita bagus, maka akibatnya adalah iman kita akan kuat dan lebih stabil menghadapi situasi apapun. ltulah sebabnya ada B kedua, yaitu bertaqwa yang bagus. Dan itulah sebabnya ada B yang ketiga, keempat, kelima, keenam dan ketujuh. Mudah-mudahan semua kita ini dapat menjadi solusi bagi setiap permasalahan dalam diri, keluarga dan lingkungan sekitar, atau bahkan bangsa Indonesia.





Selamat Datang lainya :
- ENTERPRENEURSHIP RASULULLAH (2)
- ENTERPRENEURSHIP RASULULLAH (1)
- USAHA YANG DIRIDHOI ALLAH
- Indahnya Hidup Dengan Bening Hati
- Membangun Akhlak Mulia Dengan Konsep 7 B (2)
[ Kembali ]
 

Enterpreneurship
Wadah bagi para entreprenenur-entrepreneur muda yang ingin mengembangkan ilmu dan pengalaman.

Leadership
Tampilkan potensi memimpin Anda dengan bergabung dengan LP2ES - Learning Center. Kami berikan solusi untuk How To Lead with Learn To Lead.

Ekonomi Syari'ah
Berkahi usaha Anda dengan mengerti pendekatan religi dalam bisnis Anda.

Website ini dibuat dan dimaintenance oleh LP2ES - Learning Center @ 2008 Semua isi dalam website ini boleh disalin dan disebarluaskan untuk kepentingan non-bisnis dan harus sepengetahuan redaksi website LP2ES Daarut Tauhiid.